Sejarah Lahirnya Agama Hindu di India


Sejarah lahirnya agama Hindu erat kaitannya dengan kedatangan bangsa Arya ke India. Bangsa Arya masuk ke India melalui Celah Kaiber, Afghanistan saat ini dan mendiami wilayah Aryawarta, daerah yang berada di sekitar Lembah Indus, Lembah Gangga, dan Lembah Yamuna di Dataran Tinggi Dekhan sekitar tahun 1500 SM. Bangsa Arya kemudian mendesak penghuni asli India yaitu ras Dravida dan terjadilah percampuran kedua ras suku bangsa tersebut. Percampuran budaya antara kedua ras itu melahirkan peradaban Hindu atau hinduisme. Sehingga agama Hindu merupakan sinkretisme antara kebudayaan Arya dan Dravida yang menyembah banyak dewa. Agama Hindu bersifat politeisme, yaitu menyembah banyak dewa. Setiap dewa merupakan lambang kekuatan alam. 


Beberapa dewa yang terkenal adalah Trimurti (Brahma, dewa pencipta ; Wisnu, dewa pemelihara ; Syiwa, dewa perusak), Pertiwi (dewi bumi), Surya (dewa matahari), Bayu (dewa angin), Baruna (dewa laut), dan Agni (dewa api).
Gambar. Dewa Trimurti
Sumber. 4.bp.blogspot.com/-sgowek97sj/8ksh8/dewa%trimurti.jpg

Untuk mencapai nirwana, umat Hindu dapat melakukannya dengan tiga cara.
  1. Manusia wajib menjalankan Dharma (memenuhi kewajiban sebagai manusia), Artha (menjalankan pekerjaan sebagaimana mestinya), dan Karma (tidak berlebihan merasakan kenikmatan duniawi).
  2. Bagi Triwangsa (brahmana, ksatria, waisya) wajib membaca kitab suci Weda. 
  3. Melakukan upacara keagamaan yang berupa upacara kurban (yajna besar dan yajna kecil). Yajna besar, misalnya, penobatan raja, menghormati pemetikan buah pertama, dan upacara menyongsong datangnya musim. Adapun yajna kecil, misalnya, sembahyang di rumah sehari-hari, kelahiran anak, dan cukur rambut.


Upacara-Upacara dalam Hindu 
Agama Hindu mengenal adanya upacara pengorbanan, yaitu kurban Soma dan kurban Asra Medha. Kurban Soma adalah upacara kebaktian yang terpandang suci di antara seluruh kebaktian di dalam Weda. Soma adalah sejenis cairan minuman yang memberi sifat kedewaan. Kurban Asra Medha adalah kurban kuda. Upacara-upacara kebaktian Hindu dilakukan oleh pejabat-pejabat agama, yaitu:
-    Brahmana (pendeta) yang menjabat sebagai kepala upacara,
-    Hotri yang melagukan nyanyian keagamaan,
-    Udgatri yang menabuh bunyi-bunyian dengan nada tertentu, dan
-    Adhyarya yang menyiapkan tempat pemujaan dan tempat kurban serta persiapan lainnya sambil membacakan mantra.


Selain menciptakan kasta, orang Arya juga menciptakan hukum sattie. Hukum sattie adalah hukum yang mewajibkan istri untuk ikut mati bersama suami dengan cara menceburkan diri ke dalam api pembakaran mayat suaminya, hukum bakar diri ditujukan untuk membuktikan kesetian istri terhadap suaminya. Hukum sattie ini berasal dari kisah kesetiaan Dewi Sati kepada Siva (suaminya). Dewi Sati atau dikenal juga dengan nama dewi Dakshayani melakukan bakar diri dengan menceburkan dirinya ke dalam api pembakaran, karena ia tak mampu menahan penghinaan yang dilakukan oleh Dakhsa (ayahnya), terhadap suaminya. Kisah dewi Sati inilah yang dijadikan pembenaran asal usul hukum sattie di India.
Gambar. Sebuah Lukisan yang Menggambarkan Hukum Sattie
Sumber. 4.bp.blogspot.com/_B988rosnjlsj/hahsanf/hukumsatie.jpg

Tempat-tempat suci bagi orang Hindu India, antara lain, Benares yang dianggap sebagai kota dewa dan Sungai Gangga sebagai sungai yang suci.

Kemunduran Agama Hindu

Agama Hindu mengalami kemunduran sekitar abad ke-6 SM karena sebab-sebab berikut.
  1. Kaum brahmana yang memonopoli agama dan upacara bertindak sewenang-wenang dengan menarik kurban yang besar sehingga menimbulkan beban. 
  2. Lahirnya agama Buddha yang lebih demokratis untuk mencari nirwana sendiri tanpa pertolongan orang lain yang diajarkan oleh Siddharta Gautama. 
  3. Agama Buddha lebih terbuka tanpa membeda-bedakan manusia.

Kata Kunci
Sejarah lahirnya agama Hindu di India. Sejarah hukum sattie sebagai wujud kesetiaaan bagi seorang istri. Materi ajar sejarah Indonesia kelas x.

oOo

0 Response to "Sejarah Lahirnya Agama Hindu di India"

Posting Komentar