Zaman Batu Muda (Neolitikum)

Zaman neolitikum sering disebut juga dengan zaman batu muda. Merupakan tingkat atau fase kebudayaan yang terdapat dalam zaman pra-aksara yang memiliki ciri berupa unsur kebudayaan. Unsur kebudayaannya mencakup peralatan yang dibuat dari batu yang diasah, pertanian menetap, peternakan serta pembuatan tembikar.

Ciri utama zaman Neolitikum adalah manusia telah menghasilkan makanan atau menjadi pendukung peradaban food producing. Manusia pendukung peradaban ini sudah bertempat tinggal menetap, bercocok tanam, dan beternak. Juga ada yang bekerja sebagai nelayan. Dengan demikian, mereka sudah dapat disebut sebagai masyarakat agraris. Mereka juga telah mampu membuat tempat tinggal tetap berbentuk rumah panggung, membuat aturan hidup bersama dalam satu kelompok masyarakat, dan melakukan pembagian kerja.

Ciri khasnya adalah berupa kapak lonjong dan kapak persegi;
Kapak Lonjong
Gambar. Kapak Lonjong
Sumber. https://assets-a1.kompasiana.com/items/album/2020/08/29/ciri-ciri-zaman-neolitikum-5f4a81b2d541df105918bf62.jpg

Kapak jenis ini terbuat dari batu yang sudah dihaluskan. Selain itu, kapak lonjong diketahui sebagai polished axe lantaran bagiannya secara keseluruhan sudah dihalus sangat efektif.

Perubahan signifikan dalam pembuatan beberapa alat batu mulai terlihat seiring berjalannya waktu, termasuk untuk menciptakan beragam alat tersebut. Pada era pra-aksara, batu yang digunakan untuk membuat kapak lonjong biasanya merupakan batu kali yang warnanya sangat hitam. Pemakaian batu tipe tersebut terlihat pada kapak lonjong yang tersebar di wilayah Papua.

Bahan utama bisa didapatkan melalui penyerpihan yang berasal dari batu inti berukuran besar atau langsung dari batuan yang sudah disediakan dengan bentuk yang sama seperti keinginan. Selain itu, bahan batu tersebut akan dihaluskan dan permukaannya akan diratakan menggunakan teknik pukulan secara beruntun. Kapak lonjong tidak selalu mempunyai ukuran yang sangat besar dan sering digunakan sebagai perkakas, tetapi juga ditemukan dalam ukuran yang kecil dan sangat kecil yang hampir dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kapak Persegi
Gambar. Kapak Persegi
Sumber. https://i0.wp.com/www.jurnalponsel.com/wp-content/uploads/2019/09/Pembuatan-Kapak-Persegi.jpg?fit=600%2C366&ssl=1

Salah satu hasil peradaban dari zaman neolitikum adalah kapak persegi. Kapak persegi adalah batu yang dibentuk persegi dan digunakan sebagai peralatan penunjang kehidupan.

Orang yang pertama kali memberikan nama benda ini sebagai kapak persegi adalah Von Heine Gelderen, seorang arkeolog asal Austria.

Kapak persegi memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan manusia di zaman neolitikum. Fungsi kapak persegi bisa dilihat dari berbagai jenis bentuk kapak persegi. Ada yang digunakan untuk mencangkul, memotong, berburu, atau memahat.

Selain peninggalan Kapak Lonjong dan Kapak Persegi, mereka juga berhasil membuat kapak bahu, telah mengenal perhiasan, dan telah mengenal pembuatan tembikar untuk keperluan sehari-hari. Dari salah satu contoh gambar tekstil yang tertempel pada tembikar tersebut diperkirakan bahwa telah memiliki kepandaian menenun pakaian.

Jenis manusia pendukung pada zaman Neolitikum ini adalah Proto Melayu.

Referensi
  • Buku Sejarah Indonesia Kelas X

Kata Kunci
#Materi Sejarah Indonesia #Kelas X #Zaman Neolitikum

0 Response to "Zaman Batu Muda (Neolitikum)"

Posting Komentar