Jalur Rempah Nusantara yang Mendunia

Sudah selayaknya kita sebagai bangsa Indonesia sangat bersyukur kepada tuhan pencipta alam, hal ini bukan tanpa alasan. Sebab tuhan telah menganugrahkan kekayaan alam yang tak terhingga nilainya.

Sejak 4.500 tahun yang lalu, bangsa kita telah meninggalkan warisan yang sangat terkenal, yaitu jalur Rempah. Dinamakan jalur rempah karena komoditi yang diperdagangkan berupa rempah-rempah. 

Jalur rempah di Nusantara telah dikenal sejak berabad-abad lamanya di mana jalur khayal ini merupakan jalur yang biasa pada masa itu dilalui oleh para pedagang dari berbagai belahan di dunia. Tome pires menyebutkan dalam bukunya Summa Oriental que trata do Mar Roxo ate aos Chins (Ikhtisar Wilayah Timur: dari Laut Merah hingga negeri China) mengisahkan pengalamannya selama berada di Nusantara pada awal abad ke 16. Nusantara pada masa itu begitu terkenal sehingga tak heran jika Nusantara disebut sebagai negeri tumbuh suburnya keanekaragaman hayati dunia.

# Pengertian Jalur Rempah
Jalur Rempah yaitu jaringan niaga rempah-rempah yang menghubungkan antara belahan Barat dan Timur dunia, yang dimulai dari wilayah Timur Nusantara, melintasi ujung barat Sumatera, India, Sri Lanka, Mesir, Afrika Timur, Afrika Selatan, Madagaskar, kemudian daratan Timur Tengah (Asia Barat), Mediterania, hingga Eropa. 

Rute jalur rempah ini menempuh jarak lebih dari 15.000 kilometer. Seperti namanya jalur rempah komoditi yang diperdagangkan meliputi lada, pala, cengkih, merica, kayu manis dall.

# Jenis Rempah-Rempah Indonesia
Sebagaimana namanya, rempah utama yang diperdagangkan meliputi lada, merika, kayu manis, pala, cengkih dll.

Gambar. Buah Pala
Sumber. http://assets.kompasiana.com/items/album/2022/10/05/buah-pala.jpg

# Bukti Arkeologis
Di galeri Mesir, terdapat lukisan yang menggambarkan ekspedisi kapal besar yang diprakarsai Ratu Hatshepsut yang berkuasa antara tahun 1503 sampai 1482 sebelum masehi. Di bawah tulisannya, tertera tulisan huruf Heiroglif yang menjelaskan bahwa kapal itu membawa muatan barbagai jenis tanaman dan bahan wewangian untuk pemujaan.

Bukti kuno perdagangan rempah lainnya berasal dari Terqa, suatu situs di Mesopotamia (sekarang Syria) di mana penggalian arkeologi menemukan jambangan berisi Cengkih di gudang dapur rumah sederhana tahun 1721 SM (Liggett, 1982). Selain itu, di dalam lubang hidung Ramses II ditemukan lada hitam sebagai bahan pengawetan mumi. 

# Bukti Tertulis
Bukti awal adanya peran Nusantara dalam percaturan dagang di Samudra Hindia datang dari seorang astronom Yunani bernama Claudius Ptolomaeus yang tinggal di Alexandria, Mesir, pada abad ke-1 M. Ia menulis Guide to Geography, peta kuno di mana di dalamnya tercantum nama sebuah kota bernama Barus, yang nampaknya merupakan kota pelabuhan kuno yang amat penting di Sumatera dan dunia. Nama metropolitan kuno ini mengingatkan kita pada sebuah komoditas aromatik rempah yang kala itu amat berharga dan senantiasa diburu oleh bangsa-bangsa mancanegara (Yunani-Romawi, Mesir, Arab, Tiongkok, Hindustan), yakni kapur barus (Guillot, 2014). 

Sumber secara tertulis jejak rempah Nusantara juga didapat dari India dari abad ke 3 SM dimana berulang kali menyebutkan nama Jawa sebagai asal rempah-rempah.

Kontak dagang dengan Nusantara oleh Tiongkok baru mulai terjadi sejak abad ke 2 M. Menurut berita Tiongkok menyebutkan utusan raja Bian dari Kerajaan Jawa berkunjung ke Tiongkok pada tahun 131 M.

Berita dari dinasti Han menyebutkan tentang kewajiban bagi para pejabat tinggi yang hendak menghadap kaisar untuk mengulum cengkih guna menghilangkan bau mulut. *

0 Response to "Jalur Rempah Nusantara yang Mendunia"

Posting Komentar