Selama belajar dan mengajar menjadi guru, saya melihat banyak gaya guru di kelas. Dari yang baru lulus sampai yang sudah puluhan tahun mengabdi. Ada satu kesalahan yang sering muncul, dan menariknya justru dilakukan oleh guru-guru yang paling rajin dan paling niat.
Kesalahannya sederhana yaitu terlalu sering mengulang materi.
Biasanya skenarionya begini. Bel masuk berbunyi, guru datang dengan semangat, lalu bertanya,
“Masih ingat kan materi minggu lalu?”
Setelah itu, guru menjelaskan ulang materi tersebut selama beberapa menit. Murid mendengarkan, mengangguk, dan tampak paham. Guru pun merasa aman untuk lanjut ke materi baru.
Masalahnya, kondisi ini sering menipu.
Saat guru menjelaskan ulang, yang bekerja keras sebenarnya adalah guru, bukan murid. Murid hanya menerima, bukan mengingat. Mereka terlihat paham karena mendengar kembali penjelasan, bukan karena benar-benar menguasai materi. Inilah yang disebut ilusi kompetensi terasa paham, tapi belum tentu bisa mengingat atau menjelaskan sendiri.
Padahal, belajar yang sesungguhnya terjadi saat murid dipaksa mengingat, bukan saat mereka hanya mendengar.
Coba ubah sedikit cara membuka pelajaran. Jangan langsung mengulas materi. Tahan diri untuk tidak berbicara terlalu banyak. Minta murid menutup buku, lalu beri instruksi sederhana:
“Tuliskan tiga hal yang kalian ingat dari pelajaran minggu lalu.”
Awalnya kelas mungkin hening. Ada wajah bingung, dahi berkerut, dan saling melirik. Tapi justru di situlah proses belajar terjadi. Otak mereka sedang bekerja keras mencari ingatan lama. Itu tanda belajar sedang berlangsung.
Ketika murid berhasil menuliskan kembali materi dengan bahasa mereka sendiri, itulah pemahaman yang nyata. Ingatan seperti ini lebih kuat dan lebih bertahan lama dibanding sekadar mendengar ulang penjelasan guru.
Guru yang hebat bukanlah yang paling rajin menjelaskan, melainkan yang mampu memberi ruang agar murid berpikir sendiri. Lima menit pertama di kelas sangat berharga. Gunakan untuk mengaktifkan otak murid, bukan untuk mengambil alih seluruh panggung.
Biarkan murid yang lelah mengingat. Guru cukup mengarahkan.
Mungkin kelas akan terasa lebih hening dari biasanya. Tapi jangan takut. Kadang, kelas yang diam justru tanda bahwa belajar sedang benar-benar terjadi.***

Posting Komentar untuk "Kesalahan Umum Guru Rajin, Terlalu Sering Mengulang Materi"