Begini! Asal-Usul Lebaran Ketupat dan Maknanya

Ketupat atau kupat adalah hidangan khas Asia Tenggara maritim berbahan dasar beras atau ketan yang dibungkus dengan pembungkus terbuat dari anyaman daun kelapa muda, atau kadang-kadang dari daun palma yang membentuk persegi.

Sejak kapan lebaran ketupat ini ada? Asal-usul lebaran ketupat dimulai sejak masa hidup salah satu walisongo yang menyebarkan agama Islam di pulau Jawa yaitu Sunan Kalijaga yang diperkirakan pada abad ke 15 hingga 16 Masehi. 
Gambar Ketupat
Sumber. cnnindonesia.com

Sunan Kalijaga saat itu membawa ajaran puasa enam hari di bulan syawal yang memang diajarkan untuk umat muslim. Hadist Imam Muslim menyebutkan bahwa Rasulullah Muhammad SAW bersabda barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian melanjutkan enam hari di bulan Syawal maka baginya pahala puasa selama setahun penuh.

Atas dasar itulah, Sunan Kalijaga memperkenalkan puasa syawal mulai tanggal 2-7 syawal atau selama enam hari berturut-turut. Kemudian pada 8 Syawal orang-orang kembali merayakan lebaran yang disebut sebagai lebaran ketupat. 

Makna Lebaran Ketupat
Dalam filosofi Jawa, ketupat memiliki makna khusus. Ketupat atau Kupat merupakan singkatan dari Ngaku Lepat dan Laku Papat.

Ngaku Lepat artinya mengakui kesalahan dan Laku Papat artinya empat perilaku yang tercermin dari sisi-sisi ketupat, yaitu lebaran, luberan, leburan, dan laburan.

Setiap sisi tersebut memiliki artinya masing-masing, yaitu:
  1. Lebaran berasal dari kata “lebar”, artinya sudah usai, menandakan berakhirnya waktu puasa. Maksudnya pintu ampun dibukakan untuk orang lain.
  2. Luberan berasal dari kata “luber”, artinya rezeki melimpah dan bersedekah pada orang yang membutuhkan. Merupakan ajakan untuk bersedekah kepada kaum miskin.
  3. Leburan berasal dari kata “lebur”, yang berarti sudah habis dan lebur. Maksudnya dosa-dosa dalam satu tahun terakhir akan dilebur. 
  4. Laburan, yang merupakan kata lain dari “kapur”, artinya menyucikan diri menjadi putih kembali, seperti seorang bayi. Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batin.
Ketupat juga menjadi simbol maaf bagi masyarakat Jawa dengan mengakui kesalahan. Ketika ketupat nantinya disuguhkan dan ketupat tersebut dimakan. “Secara otomatis pintu maaf telah dibuka dan segala salah dan khilaf antar keduanya terhapus, kembali suci kembali bersih,

Filosofi Kupat Lepet
Kenapa ketupat dibungkus dengan janur? Janur diambil dari bahasa Arab “Ja’a Nur” (Telah datang cahaya). Bentuk ketupat yang persegi empat ibarat hati manusia. Saat orang sudah mengakui kesalahannya maka hatinya seperti ketupat yang dibelah, isinya putih bersih, hati yang isinya tanpa iri dan dengki. Sebab hatinya sudah dibungkus oleh cahaya (Ja’a Nur)

Lepet 
Lepet artinya Silep Kang Rapet. Jadi setelah ngaku salah, meminta maaf, menutup kesalahan yang sudah dimaafkan, jangan diulangi kembali, agar persaudaraan semakin erat bak lengketnya ketan dalam lepet.

Ternyata begitu besar peran dari para wali dalam memperkenalkan agama Islam di Indonesia. Sudah sepantasnya kita memuliakan budaya atau ajaran yang diajarkan oleh para wali di Indonesia.

Semoga bermanfaat. Seperti itu sejarahnya lebaran ketupat di Indonesia. Apakah kamu ikut merayakan lebaran ketupat? Yuk.. komen. Terimakasih.

0 Response to "Begini! Asal-Usul Lebaran Ketupat dan Maknanya"

Posting Komentar