Teknologi Canggih Pada Masa Indonesia Kuno

Edu Sejarah | Siapa yang tidak mengenal nama Indonesia, Indonesia sangat terkenal dimulai dari rempah-rempahnya, kerajinan khas batiknya, bahkan sepak bola Indonesia (red, kekalahan Timnas vs Bahrain 10-0), dan akhir-akhir ini nama Indonesia menjadi headline news diberbagai mendia Internasional pasca insiden pesawat Sukhoi superjet 100 di gunung salak, Jawa Barat. 

Tapi sudahkah anda mengetahu beberapa hasil teknologi canggih dari peninggalan bangsa Indonesia, berikut hasil teknologi canggih bangsa Indonesia;

1. Candi Borobudur
 
Candi Borobudur adalah candi terbesar peninggalan Abad ke 9. Candi ini terlihat begitu impresif dan kokoh sehingga terkenal seantero dunia. Peninggalan sejarah yang bernilai tinggi ini sempat menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Namun tahukah Anda bahwa seperti halnya pada bangunan purbakala yang lain, Candi Borobudur tak luput dari misteri mengenai cara pembuatan candi borobudur? Misteri ini banyak melahirkan pendapat yang spekulatif hingga kontroversi. Dengan beberapa catatan dan referensi yang terbatas, saya coba menganalisis dan sedikit menguak tabir misteri pembuatan candi borobudur ini yang ternyata tidak perlu di-misteri-kan!

Beberapa usaha penelitian ini telah dilaksanakan, mengutip dari hasil peneliti muda dari Bandung Fe Institute menemukan pembangunan candi Borobudur membuktikan penguasaan teknologi berbasis geometri fraktal yang sudah dikenal oleh nenek moyang kita saat membanguna candi Borobudur di atas ketinggian bukit.

Fraktal adalah benda geometris yang kasar pada segala skala, dan terlihat dapat "dibagi-bagi" dengan cara yang radikal. Beberapa fraktal bisa dipecah menjadi beberapa bagian yang semuanya mirip dengan fraktal aslinya.

Fraktal dikatakan memiliki detil yang tak hingga dan dapat memiliki struktur serupa diri pada tingkat perbesaran yang berbeda. Pada banyak kasus, sebuah fraktal bisa dihasilkan dengan cara mengulang suatu pola, biasanya dalam proses rekursif atau iteratif.

Fraktal adalah bentuk geometris yang memiliki elemen-elemen yang mirip dengan bentuknya secara keseluruhan. Candi borobudur sendiri adalah stupa raksasa yang di dalamnya terdiri dari stupa-stupa lain yang lebih kecil. Terus hingga ketidak berhinggaan.

Konsep fraktal, kini sudah banyak diaplikasikan dalam sains, teknologi, dan seni karya komputer. Hanya saja, apakah dalam pembangunan Borobudur sudah mengenal metode serupa, perlu dilakukan pembuktian lebih mendalam.
2. Keris 
Kenapa keris merupakan termasuk teknologi canggih, alasan sederhana sebenarnya terletak pada teori penempaan logamnya. Keris adalah senjata khas masyarakat Jawa. Pada kepercayaan masyarakat Jawa keberadaan keris adalah sebagai salah satu pusaka yang memiliki peranan gaib dan peranan fisik. Peranan gaib dan peranan fisik sering dicampur adukkan sebagai manfaat dari keris, dan sebagai suatu bentuk perpaduan antara yang gaib dan yang fisik. 
 
Keris pada dasarnya dibagi dalam dua bentuk dasar yaitu bentuk lekuk lekuk dan lurus meruncing. Batang keris yang berbentuk lekuk lekuk disebut dengan keris luk, sedangkan keris yang lurus meruncing disebut dengan keris lajer. Keris dengan bentuk luk adalah keris yang memiliki keindahan  bentuk dan proses pembuatan yang lebih sulit.

Keris biasanya dibuat dari beberapa jenis logam antara lain adalah baja, karbon (dari tanduk kerbau), atau batu meteor. Baja adalah pembentuk utama yang dijadika nkeris dari bentuk batang baja menjadi bentuk keris. Setelah baja terbentuk menjadi keris, maka dilakukan warangan dengan menggunakan rcun alam berupa batu meteor. Jika keberadaan batu meteor tidak didapatka, maka digunakan ular atau katak kerok (kodok kerok=jawa). Karbon pada jaman dahulu adalah berasal dari tanduk kerbau. Kerbau yang diambil tanduknya dipilih kerbau yang memiliki tanduk yang besar, jantan, dan gagah. Dari tanduk ini maka dibuatlah bubuk tanduk kerbau yang merupakan bubuk karbon.

Dalam ilmu pengerasan logam, karbon yang diberikan pada baja dengan menggunakan perlakuan panas, maka akan menghasilkan baja yang lebih keras. Ilmu pengersan logam yang telah berbentuk keris ini dilakukan dengan memanaskan keris hingga mendekati titik leleh., kemudian keris dimasukkan ke dalam bubuk karbon. Pendingin dengan media pendiingin bubuk karbon ini akan menjadikan keris dimasuki atau dilapisi oleh bubuk karbon pada setiap permukaan yang bersentuhan dengan bubuk.

Racun dimasukkan ke dalam keris dimaksudkan agar dalam menggunakan keris jika musuh terkena meski hanya berbentuk goresan, tetapi luka tersebut akan dapat mematikan. Racun yang berasal dari hewan adalah dapat disembuhkan dengan pengobatan yang sama jika terkena bisa hewan tersebut. Jenis hewan yang biasanya digunakan untuk memberikan racun pada keris adalah ular tanah, ular welang weling, ular kobra, ular derik, katak kerok (kodok kerok= Jawa = katak yang memiliki kulit tebal).

Kesulitan dalam membuat keris dari bahan titanium adalah titik leburnya yang mencapai 60 ribu derajat celcius, jauh dari titik lebur besi, baja atau nikel yang berkisar 10 ribu derajat celcius.

Titanium ternyata memiliki banyak keunggulan dibandingkan jenis unsur logam lainnya. Unsur titanium itu keras, kuat, ringan, tahan panas, dan juga tahan karat.

Unsur logam titanium baru ditemukan sebagai unsur logam mandiri pada sekitar tahun 1940, dan logam yang kekerasannya melebihi baja namun jauh lebih ringan dari besi. Dalam peradaban modern sekarang, titanium dimanfaatkan orang untuk membuat pelapis hidung pesawat angkasa luar, serta ujung roket dan peluru kendali antar benua. 

3. Rumah Gadang
Nenek Moyang orang Minang ternyata memiliki pemikiran lebih maju dari jamannya atau pemikiran yang futuristik dalam membangun sebuah rumah. Konstruksi Rumah Gadang ternyata telah dirancang untuk bisa menahan gempuran Gempa Bumi. Tidak pernah kita membayangkan sebuah karya yang melampaui dalam hal kemajuan teknologi pada masa lalu.

Rumah Gadang di Sumatera Barat membuktikan ketangguhan rekayasa konstruksi yang memiliki daya lentur dan soliditas saat terjadi guncangan gempa hingga berkekuatan di atas 8 skala richter. Bentuk Rumah Gadang membuat Rumah Gadang tetap stabil menerima guncangan dari Bumi. Getaran yang datang dari tanah terhadap bangunan terdistribusi ke semua bangunan. Rumah Gadang tidak menggunakan paku sebagai pengikat, tetapi berupa pasak sebagai sambungan membuat bangunan memiliki sifat sangat lentur. Selain itu kaki atau tiang bangunan bagian bawah tidak pernah menyentuh Bumi atau tanah. Tapak tiang dialas dengan batu sandi. Batu ini berfungsi sebagai peredam getaran gelombang dari tanah, sehingga tidak mempengaruhi bangunan di atasnya. Kalau ada getaran Gempa Bumi, Rumah Gadang hanya akan berayun atau bergoyang mengikuti gelombang yang ditimbulkan getaran tersebut.

Menurut  ahli konstruksi dari Lembaga Penanggulangan Bencana Alam Sumatera Barat menyebutkan, dari sisi ilmu konstruksi bangunan Rumah Gadang jauh lebih maju setidaknya 300 tahun dibanding konstruksi yang ada di dunia pada jamannya.

0 Response to "Teknologi Canggih Pada Masa Indonesia Kuno"

Posting Komentar