Sejarah Lahirnya Agama Budha di India

Sebelum adanya agama Budha, di India terlebih dahulu telah ada agama Hinddu. Munculnya agama Budha tidak dapat dilepaskan dari sosok Siddharta Gautama. Siddharta dilahirkan di daerah Kapilawastu, sebuah daerah di kaki pegunungan Himalaya. Siddharta berasal dari kasta Ksatria, putra dari Sidharta. 
Gambar. Patung Budha
Sumber: https://cdn.images.express.co.uk/img/dynamic/151/590x/secondary/buddha-1131065.jpg
Semasa kecil ia diramalkan akan menjadi tokoh agama besar setelah mengalami banyak penderitaan. Untuk mencegah ramalan itu menjadi kenyataan, Raja Suddodhana mengurung putranya dalam lingkungan istana. Tindakannya dimaksudkan agar Siddharta sama sekali tidak menyaksikan dan mengalami berbagai bentuk penderitaan. Sampai menikah dan memiliki putra, Siddharta Gautama bergemilang dengan kemewahan dan kenikmatan.

Saat berusia 29 tahun, Siddharta berkeliling ke desa-desa. Saat itulah ia melihat kenyataan yang berbeda, keadaan yang belum pernah ia lihat selama hidupnya. Ia melihat penderitaan dan kematian. Sejak saat itu ia mulai gelisah, apa sebenarnya tujuan hidup ini. Akhirnya Siddharta Gautama meninggalkan istana dan keluarganya. Ia mengembara dari satu tempat ke tempat lain. Setelah melalui perjalanan panjang, Siddharta tiba ditepi desa Gaya, di kawasan Lembah Sungai Gangga. Di bawah pohon, ia duduk bersila dan bertapa. Dan di tempat itulah ia memperoleh penerangan tentang memaknai hidup. Peristiwa ini menandai Siddharta Gautama menjadi Buddha. Tempat Buddha memperoleh penerangan dinamakan Bodh Caya. Pohon tempat ia bertapa dinamakan pohon Bodhi.

Agama Buddha yang terbuka bagi semua orang mengalami perkembangan yang pesat bahkan hingga ke luar wilayah jazirah India, seperti wilayah Indonesia, Myanmar, Thailand dan kebeberapa daerah Asia lainnya. Ajaran Buddha Sidharta mendapatkan jumlah pengikut yang luar biasa besarnya. Kesuksesannya itu antara lain karena agamanya tidak mengenal kasta-kasta seperti agama sebelumnya dan sama sekali tidak mengenal perbedaan antara manusia. Setiap manusia dapat mencapai nirwana, asalkan orang itu berbudi pekerti baik, jujur, dan berjasa terhadap masyarakat serta sesama makhluk. Dalam ajaran Budha juga dikenal dengan istilah Dharmadhuta, yaitu istilah yang dipakai untuk misi penyiaran agama Budha.

Ajaran-ajaran Buddha tersebut terkumpul dalam kitab Tripitaka. Kitab ini terdiri dari tiga himpunan, yang masing-masing berisi pokok-pokok ajaran Buddha. Bahasa yang dipakai dalam kitab Tripitaka bukan bahasa Sansekerta, melainkan bahasa Pali. Pada awal abad Masehi, agama Buddha terpecah menjadi dua aliran yaitu aliran Hinayana dan Mahayana. Hinayana berarti kendaraan kecil, sedangkan Mahayana berarti kendaraan besar.

Demikian materi sejarah tentang lahirnya agama Budha di India dan perkembangannya. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Sumber Referensi:
Dalam bahan ajar ini, edusejarah menggunakan berbagai sumber seperti:
  1. Gunanto, Adi. 2018. Konsep dan Penerapan Sejarah Indonesia SMK/MAK Kelas X. Bumi Aksara : Jakarta 
  2. Yulianti. 2013. 1700 Bank Soal Bimbingan Pemantapan Sejarah Indonesia dan Dunia untuk SMA/MA. Yrama Widya: Bandung
oOo

0 Response to "Sejarah Lahirnya Agama Budha di India"

Posting Komentar